Sejarah Binchotan
Arang adalah hasil dari kayu yang terkarbonisasi melalui proses pembakaran, biasanya arang berwarna hitam dan bermanfaat untuk beragam keperluan. Binchō-tan (Japanese: 備長炭), atau biasa disebut arang putih, telah diperkenalkan sekitar 1,200 tahun yang lalu. Pada masa itu, di Jepang ada suatu upacara yang sangat penting, yakni Chado (upacara minum teh) yang menuntut pembuatan arang dengan kualitas terbaik.
Untuk menghasilkan arang dengan kualitas terbaik, diperlukan proses pembakaran selama 14 hari pada suhu yang tinggi dan proses pendinginannya tidak menggunakan air, namun bara (arang) dikeluarkan dari tungku pada suhu 1200 derajat Celsius kemudian ditutup menggunakan abu dari kulit kayu dan pasir halus sehingga menyebabkan permukaan arang tersebut berwarna putih, maka disebutlah arang putih (binchō-tan).
Arang jenis ini sangat disukai oleh banyak juru masak, karena tingkat asap dan abu yang rendah sehingga dapat digunakan di dalam ruangan, juga dapat digunakan lebih lama dan dapat dipakai ulang. Dalam era modern, binchō-tan dapat digunakan lebih dari sekedar bahan bakar, karena binchō-tan memiliki banyak sekali pori-pori kecil yang dapat menyerap substansi kimia seperti kaporit di dalam air, juga dapat menyerap bebauan dalam lemari atau ruangan. Selain itu, ada banyak produk yang menggunakan binchō-tan sebagai bahan dasar pembuatannya. Seperti kaus kaki, kaus, shampoo, kosmetik, dan lain sebagainya.
Hasil penelitian juga menemukan bahwa binchō-tan yang kami produksi memiliki beberapa keunggulan sebagai berikut :
-
Kadar air yang lebih rendah <10%, kadar kalori yang tinggi >7000 kal/gram, kadar karbon yang tinggi >90%, jadi sangat baik digunakan sebagai bahan bakar seperti memanggang dan peleburan logam.
-
Memiliki jalur-jalur pori yang sangat banyak (1 gram arang memiliki luas permukaan 250 meter persegi), hal ini berarti bahwa arang ini memiliki daya serap terhadap substansi kimia yang sangat baik, sehingga dapat digunakan sebagai penyaring air yang berkualitas, pengatur kelembaban, penyerap bau, dan detoksifikasi.
-
Menghasilkan ion negative (anion) yang dapat membuat kita lebih relaks jika kita meletakan sebatang (ukuran tertentu) di dalam ruangan.
-
Tingkat kekerasan hampir sekeras baja, dengan permukaan yang halus. Jika dua batang binchō-tan diadu maka akan terdengar seperti suara dentingan logam.
-
Mengandung bermacam-macam mineral yang diserap sepanjang hidup pohon, binchō-tan dapat meningkatkan pH air minum menjadi alkali dengan cara alami.
-
Sebagai bahan konduktor yang baik dan dapat menarik gelombang elektromagnetik yang dipancarkan oleh perangkat komputer, oven microwave, lemari pendingin. Ketika gelombang-gelombang tersebut memasuki pori-pori halus binchō-tan, gelombang tersebut dipantulkan kembali ke dinding dan dilemahkan hingga akhirnya menghilang.
- Membangkitkan chi tanah yang kuat dan mencerminkan siklus lima elemen kayu, api, tanah. Warna hitam berpori dari binchō-tan berarti siap menyerap chi dan membantu kita dimanapun kita ingin chi itu ditarik.